Diskusi Jumatan di AngkringanHotspot
Social Media dan Aktivitas Non Profit
Dunia Online sedang ‘hip’ di Indonesia, beberapa tahun terakhir ini. Sekitar tahun 2001-2002, awalnya mungkin blog adalah salah satu layanan online yang cukup digemari, sampai saat ini blog masih menjadi pilihan untuk menampung ekspresi kita di dunia online. Mulai dari menulis pemikiran, berbagi pengalaman, memperkuat jaringan dengan munculnya komunitas blogger yang kian beragam.
Beberapa dari kegiatan nge-blog, melakukan aktivitas yang strategis menjawab kebutuhan masyarakat, misalnya blogger for bangsari, sebuah kegiatan mendorong anak putus sekolah untuk melanjutkan sekolah dengan memelihara kambing, ada gerakan 1000 buku yang mengumpulkan buku untuk diserahkan ke sekolah-sekolah, ada coin a chance yang mengumpulkan receh untuk mendukung anak putus sekolah kembali menikmati hak-nya, serta blogger peduli- bentuk tanggap darurat blogger ketika ada bencana. Cukup menarik bukan? Bahkan komnas perempuan di website-nya mulai mengakomodasi blog, walaupun stagnan. Program peduli perempuan juga memiliki blog sebagai bentuk fundraising.
Selain blog, ada facebook sebagai social networking- yang seringkali diplesetkan social not(working), saking kecanduannya orang-orang berjejaring, saling sapa, update status dan nge-tag foto atau note. Banyak beberapa pegiat non-profit yang aktif di facebook, mulai dari mengabarkan kegiatan, update isu terkini (bahkan lebih cepat dari berita di televisi), dan menulis note untuk dikomentari bahkan diskusi, mencari dukungan untuk petisi sampai fundraising.
Di social media, ada twitter yang ampuh (sejauh pengalaman saya) untuk mengamati perkembangan informasi global, tentang apa yang menjadi ketertarikan kita, misalnya non-profit, lingkungan, pembangunan, anti kemiskinan. Sejauh ini twitter menjadi bagian dari cara fundraising beberapa lembaga di Amerika maupun Eropa, biasanya dilengkapi dengan flickr dan myspace, sejauh ini WWF dan lembaga penyayang flora fauna lainnya, menggunakan twitter sebagai sarana kampanye dan fundraising, begitu juga Oxfam dan Kiva.
Plurk dan Koprol (Indonesia) adalah bentuk social media lainnya yang menurut saya kuat pada ‘merekatkan komunitas’ , meskipun kadang tret kita dikomentari asal, sebenarnya dalam proses member komentar ada proses advokasi terhadap isu yang mau disebarkan, tetapi dengan bahasa yang berbeda. Misalnya untuk melek terhadap jenis kekerasan terhadap perempuan, tidak mungkin langsung bicara ‘stop kekerasan terhadap perempuan’, biasanya mulai dari hal yang sifatnya personal: soal pacar misalnya.
Bagaimana kita yang beraktivitas di kegiatan non-profit dapat menggunakan social media ini dengan maksimal? Dengan keunggulan masing-masing media, proses kampanye informasi, mengumpulkan uang ‘recehan’, bisa didapat untuk kepentingan nonprofit atau bahasa keren-nya social marketing, prinsipnya hampir sama dengan marketing untuk profit: memberi info, berbagi, berkomunitas dan tentunya ini bukan soal satu dua hari anda mencapai tujuan, kuncinya menemukan ‘crowd’ yang tepat, dengan isu yang dikemas ‘manis’. Mari berbagi dengan kami di diskusi angkringan hotspot tentang hal tersebutl
Pembicara
Sofia Kartika , bekerja di Jaringan Perempuan dan beberapa kali telah menggunakan internet sebagai social marketing isu perempuan
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Jumat 24 April 2009
Jam : 19.00 – 21.00 WIB
Tempat : Beranda Angkringanhotspot - Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 9 (2 Km di sebelah Utara Hotel Hyatt) Kamdanen, Sarihardjo, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Siapa yang diharapkan hadir di acara ini :• Pelaku/pegiat kampanye/sosial marketing di NGO/LSM
• Individu yang ingin mengkampanyekan isu dengan menggunakan media internet
Hasil Yang Diharapkan setelah mengikuti Diskusi ini :
• Bisa menggunakan facebook, plurk, twitter, web dan yang lain berhubungan dengan Internet serta dunia IT untuk kegiatan kampanye/social marketing di lembaga masing-masing
• Bisa mengembangkan berbagai macam fasilitas yang ada di dunia IT untuk mengkampanyekan isu yang ingin di sampaikan
Biaya• Diskusi Gratis Tis
• Minum atupun snack/makan selama diskusi di angkringanhotspot ditanggung masing-masing peserta
Pertanyaan ataupun kontak person pelatihan
Ferri Iskandar ; ferriisk@yahoo.com, facebook : angkringanhotspot@gmail.com Web : www.angkringanhotspot.com
Tuesday, April 21, 2009
Friday, April 3, 2009
Keseriusan Laumi dan Uthe di Pelatihan Mentoring Web di AngkringanHotspot



Keseriusan Laumi dan Uthe di Pelatihan Mentoring Web di AngkringanHotspot, gak tau ini ekspresi sangat mengerti, kurang mengerti.. ato tidak mengerti sama sekali.
Tapi dari hasil web yang mereka berdua hasilkan maka dapat disimpulkan mereka sangat serius dan ngerti banget buat web. Ayo siapa yang mau order buat web pada Laumi dan Uthe ...
Keseriusan mas Uut, mas Choki, mas Yuliadi, mas Wahyu, mbak Surtinah dan mas Imam di pelatihan mentoring pembuatan web sesi 2 ini
Sunday, March 29, 2009
Catatan untuk Kelas Bisbak Malam Pertama - catatan sang mentor

Sebelumnya saya menduga akan ada beberapa perserta yang sudah punya sedikit ‘bekal’ untuk materi kelas. Ternyata, semua mengaku sama sekali masih awam. Dari rencana awal kelas akan selesai pukul 21, ternyata molor sampai pukul 22 lebih.
Saya berharap seluruh peserta dapat memahami materi yang tersampaikan kemaren malam, yang ringkasannya kurang lebih sebagai berikut:
1. Setiap dokumen web adalah dokumen yang dibuat dengan standar HTML yang ditetapkan dan dikelola oleh World Wide Web Consortium (W3C).
2. Dokumen tersebut disebut dokumen HTML dan memiliki elemen induk tunggal berupa elemen (yang diberi nama) HTML.
3. Elemen HTML memiliki dua elemen anak, yaitu elemen HEAD dan elemen BODY.
4. Setiap elemen diawali dengan tag atau marka pembuka dan diakhiri dengan tag atau marka penutup.
5. Tag pembuka ditulis dengan format sedangkan tag penutup ditulis dengan format .
6. Apa saja yang berada di antara marka pembuka dan marka penutup disebut anak dari elemen bersangkutan.
7. Selain anak, elemen juga bisa memiliki atribut atau properti.
8. Atribut atau properti adalah pasangan nama dan nilai (name-value) dengan format penulisan NAMAATRIBUT=“NILAIATRIBUT”.
9. Atribut atau properti ditulis sebagai bagian dari tag pembuka dan dipisahkan dengan spasi putih dari nama elemennya.
10. Elemen bisa memiliki lebih dari satu atribut atau properti.
11. Dalam hal elemen memiliki lebih dari satu properti, setiap atribut harus dipisahkan dengan sepasi.
sumber : http://apps.facebook.com/blog-box/posts/7663
Wednesday, March 25, 2009
Bahan Baku Situs Web
Seperti halnya bencana alam dan krisis global, banyak perubahan besar yang mengubah arah peradaban manusia terjadi tanpa direncanakan. Termasuk dalam hal ini adalah Internet yang telah mengubah cara kita dalam berkomnikasi, berkonsumsi dan menjalani hidup. Jutaan atau milyaran lapangan kerja terbuka karena Internet. Di sini hampir tidak ada lagi perbedaan antara siang dan malam, komunikasi terus berjalan dari dan antarpelosok dunia.
Sebagian besar interaksi di Internet berlangsung melalui halaman web yang tersaji dalam jendela browser, persis seperti saat tulisan ini dibuat, dan persis ketika kemudian Anda membaca tulisan ini. Tetapi lebih dari itu, perusahaan kecil, sedang dan raksaksa telah dan terus mengalihkan sebagian besar pola komunikasi dan transaksi mereka melalui jendela browser. Dengan medium browser, skala perubahan ini hari ini semakin melampaui batas-batas yang pernah dibayangkan sebelumnya.
Apa yang sebenarnya tersaji dalam jendela browser? Kalau Anda, seperti ketika saya menuliskan ini, menggunakan browser Firefox edisi Bahasa Indonesia, bukalah menu Tampilan, lalu pilih submenu Kode Sumber Halaman (atau dengan pintasan Control-U), maka Anda dapat meilhat hampir seluruh bahan baku yang menjadikan informasi tersaji dalam jendela browser. Bagi sebagian orang kode sumber (source code) tersebut terasa asing dan membingungkan. Tetapi, memang itulah bahan baku halaman situs web. Di situ kita bisa menemukan mengapa tulisan ini tercetak tebal, miring, dan sebagainya. Kita juga bisa menemukan dari mana sebuah gambar berasal, dan sebagainya dan seterusnya.
Malam nanti Kelas Bisbak di Angkringan Hotspot akan dibuka dengan menu utama “mengenal bahan baku utama halaman situs web”. Saya akan mengajak para peserta mencicipi bahan dan bumbu-bumbu web, dan kemudian bersama-sama mencoba meracik sendiri bahan dan bumbu-bumbu itu.
by : Arif Muslak Sang Mentor .. tulisan ini dimuat dalam rangka pelatihan mentoring pembuatan web di angkringanhotspot
Location: Angkringan Hotspot
Sebagian besar interaksi di Internet berlangsung melalui halaman web yang tersaji dalam jendela browser, persis seperti saat tulisan ini dibuat, dan persis ketika kemudian Anda membaca tulisan ini. Tetapi lebih dari itu, perusahaan kecil, sedang dan raksaksa telah dan terus mengalihkan sebagian besar pola komunikasi dan transaksi mereka melalui jendela browser. Dengan medium browser, skala perubahan ini hari ini semakin melampaui batas-batas yang pernah dibayangkan sebelumnya.
Apa yang sebenarnya tersaji dalam jendela browser? Kalau Anda, seperti ketika saya menuliskan ini, menggunakan browser Firefox edisi Bahasa Indonesia, bukalah menu Tampilan, lalu pilih submenu Kode Sumber Halaman (atau dengan pintasan Control-U), maka Anda dapat meilhat hampir seluruh bahan baku yang menjadikan informasi tersaji dalam jendela browser. Bagi sebagian orang kode sumber (source code) tersebut terasa asing dan membingungkan. Tetapi, memang itulah bahan baku halaman situs web. Di situ kita bisa menemukan mengapa tulisan ini tercetak tebal, miring, dan sebagainya. Kita juga bisa menemukan dari mana sebuah gambar berasal, dan sebagainya dan seterusnya.
Malam nanti Kelas Bisbak di Angkringan Hotspot akan dibuka dengan menu utama “mengenal bahan baku utama halaman situs web”. Saya akan mengajak para peserta mencicipi bahan dan bumbu-bumbu web, dan kemudian bersama-sama mencoba meracik sendiri bahan dan bumbu-bumbu itu.
by : Arif Muslak Sang Mentor .. tulisan ini dimuat dalam rangka pelatihan mentoring pembuatan web di angkringanhotspot
Location: Angkringan Hotspot
Labels:
angkringan hotspot,
bisbak,
Internet,
kelas bisbak,
peradaban,
perubahan,
situs web,
web
Tuesday, March 24, 2009
BELAJAR BUAT WEDANG JAHE
from Arivita Harinovani
to angkringanhotspot@gmail.com
date Tue, Mar 24, 2009 at 3:37 PM
subject BELAJAR BUAT WEDANG JAHE
signed-by yahoo.co.id
Sugeng sonten mbak Dina & mbak Uut,
perkenalkan saya Vita, sementara masih kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, saya berencana untuk membuka warung angkringan di Cibubur, tempat tinggal saya setelah saya tidak bekerja lagi (saya kena PHK dan last day tanggal 31 Maret).
untuk materi nasi kucing dan lauk pauk, saya sudah siap dan punya source, cuma untuk
wedang2an yang saya belum tahu bagaimana cara buatnya.
apakah boleh bila saya datang ke Yogya untuk belajar ? rencananya pertengahan April nanti saya akan ke Yogya dan bila diijinkan saya akan sowan.
apabila memang ada sejumlah kompensasi yang harus dibayarkan untuk resep rahasia ini, saya mohon dihubungi kembali untuk negosiasi selanjutnya.
mohon informasi dan kabar selanjutnya.
matur nuwun sanget.
Vita
to angkringanhotspot@gmail.com
date Tue, Mar 24, 2009 at 3:37 PM
subject BELAJAR BUAT WEDANG JAHE
signed-by yahoo.co.id
Sugeng sonten mbak Dina & mbak Uut,
perkenalkan saya Vita, sementara masih kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, saya berencana untuk membuka warung angkringan di Cibubur, tempat tinggal saya setelah saya tidak bekerja lagi (saya kena PHK dan last day tanggal 31 Maret).
untuk materi nasi kucing dan lauk pauk, saya sudah siap dan punya source, cuma untuk
wedang2an yang saya belum tahu bagaimana cara buatnya.
apakah boleh bila saya datang ke Yogya untuk belajar ? rencananya pertengahan April nanti saya akan ke Yogya dan bila diijinkan saya akan sowan.
apabila memang ada sejumlah kompensasi yang harus dibayarkan untuk resep rahasia ini, saya mohon dihubungi kembali untuk negosiasi selanjutnya.
mohon informasi dan kabar selanjutnya.
matur nuwun sanget.
Vita
Subscribe to:
Posts (Atom)






